Dari sekian banyak artikel di blog ini, inilah artikel yang saya anggap paling penting yang pernah saya tulis.
Antara saya, mamah saya dan Asuransi Bumiputera
Setelah papah saya meninggal dunia, dan saya mudik ke Solo untuk pemakamannya, kami menghadapi satu masalah lain yang membuat mamah saya jadi lebih ikhlas, legowo, sekaligus semeleh. Lain mamah, lain pula saya yang masih saja meledak-ledak, sehingga saya memutuskan untuk menulis surat pembaca berikut:
”Agen Bumi Putera Tidak Menagih, Klien yang Disalahkan”
Ibu saya peserta asuransi jiwa Bumi Putera (cabang Solo) dengan nomor polis 2000341973. Sebelumnya, ibu saya mengikuti asuransi pendidikan untuk anak-anaknya, dan tidak pernah ada masalah.
Asuransi jiwa yang ibu saya ikuti sejak tahun 2000, seharusnya memberikan perlindungan ketika orangtua saya (baik ibu/bapak) meninggal. Polis asuransi tersebut dibayarkan setiap enam bulan sekali, yaitu bulan Oktober dan April, sebesar Rp. 438.744. Selama mengikuti asuransi, ibu saya tidak pernah menunggak. Agen asuransi, Ibu Yohana, selalu datang ke rumah untuk menagih polis asuransi.
Entah kenapa, pada bulan April 2008, Ibu Yohana tidak datang. Juga tak ada agen lain yang datang menggantikannya, seandainya ada pergantian agen.
Baca Selengkapnya »
Saya menemukan berita yang menarik perhatian saya:
“Heidi Dalibor (20 thn), warga Wisconsin, AS, cuek saja ketika suatu hari disurati dan ditelepon untuk membayar denda peminjaman buku dari perpustakaan. Tak dinyana, ancaman “kalau tidak mengindahakan akan dibawa ke pengadilan” benar-benar terjadi. Dua polisi mendatanginya dan membawa surat perintah hakim, lalu memborgolnya. Heidi dibawa ke kantor polisi, [...]
Saya menyebut novel Gerhana Kembar karya Clara Ng sebagai novel tentang lesbian tanpa pretensi yang mencurigakan. Novel ini bercerita tentang Fola dan Henrietta, sepasang lesbian yang menjadi tokoh utama. Dua plot utama yang ada pada novel ini yaitu pada tahun ‘60-an dan pada tahun 2008. Cerita diawali dengan pertemuan Fola dan Henrietta. Pada bab [...]
Baca selengkapnya ...Papahku sekarat ketika Olimpiade di Beijing dibuka, tanggal 8-8-08. Saya, Eka, dan beberapa teman sedang berada di Oh La La-Sarinah, ketika melihat pembawa obor ‘terbang’ ditarik tali, mengelilingi stadium untuk menyulutkan api. Seperti itulah saya ingin: terbang saat itu juga menuju Solo.
Baca selengkapnya ...Ipong punya banyak tahi lalat: ini kesimpulan saya setelah melihat pameran lukisannya di Vivi Yip Art Room (Sabtu, 2 Agustus 2008). Di banyak lukisan, bagian leher ke atas, saya menemukan satu titik cat. Awalnya, saya pikir itu karena dia doyan mencorat-coret hasil lukisannya dengan cat yang kelihatannya sengaja dicairkan dan diacak -rada mirip abstrak gitu deh, [...]
Baca selengkapnya ...Mudik ke Solo dalam rangka papah meninggal, ternyata bisa terhibur juga. Tadinya saya dan Eka akan kembali ke Jakarta dalam tiga atau empat hari, ternyata tanggal 16 Agustus kami dapat berita Ugoran Prasad menikah di Solo. Dan... yang lebih bikin saya sumringah adalah, tempat resepsi dan jam acara dimulai sama! (di Grha Niekmat Rasa, jam 10 siang). Weee... kok bisa ya?! Selamat menempuh hidup baru buat Ugo dan Nini, selamat bergabung di 'dunia nyata'! :)
Majelis Kata Indonesia merupakan lembaga filantropi yang berikhtiar menumbuhkan dan mewadahi bentuk-bentuk penciptaan sastra yang menggerakkan kritisisme sosial, semangat toleransi, dan kesadaran kebangsaan. Lembaga ini mendorong dan mendukung bentuk-bentuk penciptaan sastra yang memperluas cakrawala memahami kemanusiaan.
Majelis Kata Indonesia menyelenggarakan beasiswa penulisan dan penerjemahan novel 2008 dengan ketentuan-ketentuan ini:
Selengkapnya baca di sini.
Sayembara Menulis Novel kembali digelar oleh Dewan Kesenian Jakarta.
Info lengkap, sila klik di sini.
Bukit diedit
sedikit-sedikit
lama-lama
menjadi bukit
(puisi kolektif oleh: Binhad Nurrohmat, Eka Kurniawan, Iswadi Pratama, Joko Pinurbo, Ratih Kumala. Lampung, 30 April 2008)
Catatan:
Sewaktu-waktu anda mungkin menemukan puisi serupa dengan versi berbeda yang ditulis ulang khusus oleh Binhad Nurrohmat, dan itu sah-sah saja.